Manfaat Sistem Integrasi



100% data konsisten tanpa ragu dan pasti tepat.

Efisiensi SDM untuk mencegah entri ulang untuk data.

Pertukaran informasi antar institusi terjadi Real Time.

Data dapat diolah menjadi sistem pendukung keputusan.


Syarat Terwujudnya Sistem Integrasi



1. Kebijakan

Setiap pemilik aplikasi harus bersedia untuk berkolaborasi, bila ada yang menolak maka integrasi tidak dapat dilakukan. Aplikasi e-Planning tidak akan bisa diintegrasikan dengan SIPKD jika salah satu dari institusi menolak kerjasama. Itulah mengapa integrasi akan lebih berjalan jika didukung oleh otoritas yang lebih tinggi, Misalnya Setda dan Kepala Daerah.

2. Manajemen

Dengan adanya integrasi maka manajemen dituntut harus saling sinergis. Salah satu contoh dari sinergisitas adalah apabila penyusunan RAPBD akan dimulai bulan November, maka sebelum itu KUA PPAS harus sudah selesai dan tertransfer ke aplikasi keuangan daerah.

3. Teknologi

Partner Tim IT yang ditunjuk memiliki pengalaman berhasil dalam integrasi. Hal ini sangat penting mengingat integrasi memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi. Tim IT dituntut tidak hanya memahami bisnis proses aplikasi yang dia buat, namun semua aplikasi yang akan diintegrasikan.


Contoh Hasil Pekerjaan



Hanya tinggal klik satu tombol, data berpindah dari Jogjaplan ke e-Budgeting



“Secara real time Gubernur dan TAPD bisa mengetahui Deviasi yang terjadi dan apa penyebabnya. Monitoring terhadap realisasi pendapatan, serapan belanja langsung & tidak langsung, realisasi fisik, dan lain-lain sangat mudah diamati.”



Mudah memonitor setiap sudut kota dari satu buah tempat.



Kinerja OPD dalam memberikan respon keluhan terpantau dengan optimal.



Diskusikan lebih lanjut inovasi dan imajinasi pelayanan publik yang Anda inginkan dengan tim kami.

WHATSAPP