Teknologi

Mengenal Desain Aplikasi Mobile, Cara Membuat dan Contohnya

Desain aplikasi mobile adalah tampilan antarmuka aplikasi yang dibuat oleh seorang UI/UX designer. Jika kamu seorang business owner yang sedang ingin membuat aplikasi atau kamu adalah seorang UI/UX beginner artikel ini bisa menjadi teman dan petunjuk kamu. 

Kita akan membahas apa itu desain aplikasi mobile, cara membuat, cara memilih, hingga contohnya melalui artikel ini. Jadi yuk nggak usah lama-lama kita langsung gas mengenal apa itu desain aplikasi mobile. 

Apa itu Desain Aplikasi Mobile?

Desain aplikasi mobile adalah proses merancang tampilan dan pengalaman penggunaan (interface & experience) pada aplikasi smartphone agar mudah dipahami, nyaman digunakan, dan efisien mencapai tujuan pengguna.

Tidak hanya soal warna atau tampilan yang menarik, desain aplikasi mobile juga mencakup bagaimana alur pengguna berpikir dan berinteraksi di dalam aplikasi, mulai dari membuka aplikasi, mencari fitur, hingga menyelesaikan suatu aksi.

Biasanya proses ini dikerjakan oleh UI/UX Designer yang menggabungkan:

  • UI (User Interface): tampilan visual seperti tombol, warna, ikon, layout
  • UX (User Experience): kenyamanan dan kemudahan pengguna saat memakai aplikasi

Tujuan utamanya adalah membuat pengguna bisa memakai aplikasi tanpa perlu berpikir keras, tanpa bingung, dan tanpa kesalahan.

Singkatnya desain aplikasi mobile bukan sekadar membuat aplikasi terlihat bagus, tapi membuatnya terasa mudah.

Aplikasi untuk Editing 

Berikut beberapa aplikasi populer yang sering dipakai UI/UX designer untuk membuat desain aplikasi mobile. Kamu bisa menyesuaikan mulai dari aplikasi editing yang paling sederhana seperti Canva atau menggunakan aplikasi yang lebih profesional seperti Figma dan Adobe. 

1. Figma

Paling populer saat ini karena berbasis web dan bisa kolaborasi realtime. Cocok untuk pemula sampai profesional.

Figma memudahkan kerja tim karena bisa diedit bersama dalam satu file, memiliki banyak plugin serta template UI, dan bahkan bisa digunakan gratis tanpa perlu instalasi karena berjalan langsung di browser.

2. Adobe XD

Sering dipakai desainer yang terbiasa dengan ekosistem Adobe. Aplikasi ini ringan dan cepat digunakan untuk membuat prototype interaktif, serta terintegrasi dengan software Adobe lain seperti Photoshop dan Illustrator sehingga alur kerja desain jadi lebih nyaman.

3. Sketch

Dulu menjadi standar industri UI design, khusus pengguna Mac. Sketch dikenal stabil untuk pembuatan design system, memiliki banyak plugin profesional, dan masih banyak dipakai perusahaan startup karena struktur desainnya rapi dan konsisten.

4. Canva

Lebih sederhana dan cocok untuk non-designer atau business owner. Canva sangat mudah dipakai karena menyediakan banyak template siap pakai, sehingga pengguna bisa membuat mockup aplikasi sederhana dengan cepat tanpa harus memahami tools desain yang kompleks.

5. Framer

Digunakan untuk desain yang membutuhkan animasi dan interaksi lebih hidup. Framer memungkinkan prototype terasa seperti aplikasi asli sehingga cocok untuk presentasi ke klien atau investor yang ingin melihat pengalaman penggunaan secara nyata.

Cara Membuat Desain Aplikasi Mobile di Figma

Jika sebelumnya kita sudah membahas aplikasi editing yang bisa dipakai untuk membuat desain aplikasi mobile, kali ini kita mau coba cari tahu cara membuatnya pakai aplikasi figma. Kenapa figma? Karena selain sudah pro figma juga punya fitur-fitur yang cocok banget untuk desain aplikasi. 

Yuk langsung cari tahu alur dasar yang biasa dipakai UI/UX designer dari nol sampai menjadi tampilan aplikasi di figma. 

1. Tentukan Tujuan & Fitur Aplikasi

Sebelum membuka Figma, tentukan terlebih dahulu jenis aplikasi yang akan dibuat, siapa penggunanya, serta fitur utama yang wajib ada. Tujuannya agar desain tidak hanya terlihat menarik, tetapi benar-benar menyelesaikan kebutuhan pengguna.

2. Buat Wireframe (Kerangka Tampilan)

Mulailah dengan tampilan sederhana hitam-putih tanpa warna. Fokus pada struktur halaman seperti posisi tombol, navigasi, kolom input, dan informasi utama. Wireframe membantu kita memikirkan alur penggunaan sebelum masuk ke tahap visual.

3. Buat Layout Mobile Frame

Gunakan fitur Frame di Figma lalu pilih ukuran layar ponsel. Setelah itu atur grid dan jarak antar elemen agar tampilan rapi dan konsisten di setiap halaman.

4. Desain Visual (UI Design)

Mulai tambahkan warna brand, tipografi, ikon, tombol, card, dan gambar. Pastikan tampilan tetap sederhana karena pengguna mobile membutuhkan kejelasan dan kecepatan, bukan tampilan yang terlalu ramai.

5. Buat Komponen & Design System

Elemen yang sering dipakai seperti tombol, navbar, form input, dan card sebaiknya dijadikan komponen. Dengan begitu setiap perubahan cukup dilakukan sekali dan otomatis diterapkan ke seluruh halaman.

6. Buat Prototype (Simulasi Klik)

Hubungkan antar halaman pada tab Prototype sehingga desain bisa dicoba seperti aplikasi nyata. Pengguna dapat menekan tombol, berpindah halaman, dan melihat transisi sebelum proses coding dimulai.

7. Testing & Revisi

Mintalah orang lain mencoba desain tersebut untuk mengetahui apakah masih membingungkan atau terlalu banyak langkah. Desain yang baik bukan yang paling indah, tetapi yang paling mudah digunakan.

Contoh Desain Aplikasi Mobile Kece 

Tak lengkap kalau bahas cara membuat desain aplikasi tapi nggak lihat langsung contohnya Nah di bawah ini ada contoh desain aplikasi mobile yang dibuat oleh JMC. Aplikasi ini digunakan oleh JDIH DIY untuk memberikan layanan informasi peraturan hukum daerah. Di dalamnya tersedia Peraturan daerah (Perda), Peraturan gubernur, Keputusan kepala daerah, dan produk hukum lainnya. 

Aplikasi JDIH mobile dapat diunduh melalui Google Playstore. Tampilan aplikasi mobile JDIH memiliki desain yang simpel dan mudah dipahami oleh user, dengan fitur pencarian di bagian atas Anda bisa langsung mencari produk hukum yang dibutuhkan. Selain itu tema dari produk-produk hukum yang terdapat di dalamnya juga memudahkan user dalam memilah informasi produk hukum yang sedang mereka cari. 

JMC IT Consultant bersama JDIH DIY berkolaborasi dalam membangun aplikasi ini guna meningkatkan pelayanan untuk dinas-dinas terkait lain yang membutuhkan produk-produk hukum juga untuk masyarakat secara luas. Desain yang dibuat tidak terlalu kompleks namun tetap mencerminkan citra dari klien. Warna biru mencerminkan ketenangan, kepercayaan, stabilitas, dan profesionalisme dipilih karena menggambarkan aplikasi JDIH DIY. Tidak hanya aplikasi mobile JMC juga turut mengembangkan pembuatan website JDIH DIY.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai desain aplikasi mobile, semoga melalui artikel ini pertanyaan Anda sudah terjawab. Jika masih ada pertanyaan yang belum terjawab Anda bisa langsung menanyakan melalui chat Whatsapp di sini