Perjuangan untuk membangun bangsa bukanlah perkara mudah, perlu dukungan dari segala pihak baik pemerintah maupun swasta. Upaya tersebut memiliki beberapa tantangan terutama terkait fasilitas. Ketersediaan infrastruktur dan akses transportasi yang belum merata menjadi salah satu perhatian pemerintah Presiden Jokowi, sehingga program pembangunan terus dikebut hingga tahun 2019 mendatang.

Di wilayah pelosok Indonesia misalnya, untuk mencapai suatu wilayah dibutuhkan usaha ekstra karena harus ditempuh melalui jalur darat yang belum mulus, jalur sungai, maupun jalur penerbangan perintis. Namun segala keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat JMC IT Consultant dalam upaya membantu pembangunan Indonesia menuju Digital Government. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara adalah salah satu klien di wilayah tengah Indonesia yang telah bekerja sama cukup lama dengan JMC IT Consultant.

Pada hari Senin (14/08/2017) hingga Selasa (15/08/2017) kemarin, JMC IT Consultant kembali diundang untuk mengadakan pertemuan bertempat di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Kalimantan Utara, Jalan Gelatik, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Untuk mencapai Kabupaten Bulungan sendiri harus ditempuh dengan perjalanan udara menuju Kota Tarakan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kapal motor cepat menyusuri perairan Tarakan menuju Tanjung Selor.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut mengambil agenda Paparan Awal Rancangan Aplikasi Sistem Monitoring Hasil Pembangunan. Dalam pertemuan yang diwakili oleh Bapak Yuhan Fauzan (CEO JMC IT Consultant), Punto Aji (tim ahli), dan Bima Setiaji (tim ahli) dipaparkan beberapa hal termasuk diantaranya prototipe aplikasi yang akan dibangun. Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran petinggi dan staff Bappeda Provinsi Kalimantan Utara itu lalu mendapat kesepakatan mengenai tahapan teknis, rancangan aplikasi, serta bahan-bahan pendukung yang dibutuhkan dalam pembangunan aplikasi.